DEPOK — 16 september 2026 – Alhamdulillah, kiprah Koperasi Tjokroaminoto Depok dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan lembaga penelitian. Program pemberdayaan ekonomi ibu-ibu melalui Kelompok Inspirasi Ibu Sukses (Mpok IIS) yang dilaksanakan Koperasi Tjokroaminoto Depok bersama mitra LAZ Zakat Sukses, kini menjadi salah satu objek penelitian yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Kementerian Agama.
Penelitian tersebut mengangkat program Qardhul Hasan yang dilaksanakan oleh sejumlah lembaga dalam upaya membantu masyarakat memperoleh akses permodalan dan mengembangkan usaha.
Riset ini secara khusus ingin memahami faktor-faktor yang membantu usaha para penerima manfaat untuk berkembang, bertahan, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan di sekitarnya.
Bagi Koperasi Tjokroaminoto Depok, keterlibatan dalam penelitian ini menjadi sebuah kehormatan sekaligus kesempatan untuk melihat lebih jauh dampak program pemberdayaan yang selama ini dijalankan bersama Mpok IIS.
Diawali dengan Pertemuan Daring
Rangkaian penelitian diawali pada 7 September 2026 melalui Zoom Meeting. Pertemuan tersebut menjadi tahap awal untuk menjelaskan tujuan, mekanisme, serta tahapan pelaksanaan penelitian kepada pihak-pihak yang terlibat.
Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua Koperasi Tjokroaminoto Depok, Arief Budiman, yang menyampaikan penjelasan mengenai program pemberdayaan ekonomi Mpok IIS dan pengalaman koperasi dalam menjalankan program Qardhul Hasan.
Kegiatan dipandu oleh Edi Junaedi dari BRIN, sementara Faisal Arief dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjelaskan instrumen dan mekanisme kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal sebelum penelitian dilanjutkan dengan pengumpulan data langsung dari para penerima manfaat.
70 Anggota Mpok IIS Menjadi Responden
Dalam tahap berikutnya, sebanyak 70 anggota Mpok IIS akan mengikuti survei dan wawancara yang dilaksanakan selama tiga hari.
Survei dan wawancara dilakukan untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai pengalaman para penerima manfaat selama mengikuti program, khususnya mengenai bagaimana pembiayaan Qardhul Hasan membantu mereka menjalankan dan mempertahankan usaha.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam survei adalah sejauh mana program Qardhul Hasan dapat membantu usaha penerima manfaat, baik dari sisi keberlangsungan usaha maupun manfaat yang dirasakan oleh keluarga dan lingkungan sekitar.
Pelaksanaan survei di lapangan melibatkan penyuluh agama/KUA di masing-masing kecamatan di Kota Depok, bersama dengan tim lapangan Mpok IIS.
Dengan demikian, data yang diperoleh diharapkan tidak hanya menggambarkan angka, tetapi juga menghadirkan pengalaman nyata para penerima manfaat dalam menjalankan usaha dan menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Mpok IIS Menjadi Salah Satu Model yang Diteliti
Penelitian ini tidak hanya dilakukan terhadap penerima manfaat program Mpok IIS. Beberapa lembaga lain yang menjalankan program serupa juga menjadi bagian dari penelitian, antara lain:
– Koperasi Tjokroaminoto Depok bersama LAZ Zakat Sukses melalui program pemberdayaan Mpok IIS;
– BAZNAS Microfinance Desa (BMD);
– BAZNAS Microfinance Masjid (BMM);
– LAZ Masjid Raya Bintaro; dan
– Koperasi Pro Ibu Bekasi.
Keterlibatan sejumlah lembaga tersebut memungkinkan penelitian melihat pengalaman penerima manfaat dari berbagai model pelaksanaan program Qardhul Hasan.
Qardhul Hasan: Lebih dari Sekadar Akses Modal
Dalam praktik pemberdayaan Mpok IIS, Qardhul Hasan tidak ditempatkan semata-mata sebagai akses terhadap pembiayaan, tetapi menjadi bagian dari proses membangun kemandirian ekonomi.
Para anggota tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga berada dalam lingkungan kelompok yang mendorong kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat untuk terus menjalankan usaha.
Bagi ibu-ibu penerima manfaat, dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi modal untuk mempertahankan usaha sekaligus membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk melihat apa yang membuat sebuah program pemberdayaan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan, bukan hanya ketika bantuan atau pembiayaan diberikan, tetapi juga setelah penerima manfaat menjalankan usahanya secara mandiri.
Menjadi Bahan Evaluasi dan Pembelajaran
Ketua Koperasi Tjokroaminoto Depok Arief Budiman menyambut baik keterlibatan koperasi dalam penelitian tersebut.
«“Alhamdulillah, kami bersyukur program Mpok IIS mendapat kesempatan menjadi bagian dari penelitian ini. Bagi kami, penelitian bukan hanya tentang mendapatkan hasil, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan mengevaluasi sejauh mana program yang kami jalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para anggota.”»
Menurutnya, pengalaman para penerima manfaat merupakan bagian penting dalam perjalanan program pemberdayaan.
«“Kami berharap pengalaman ibu-ibu Mpok IIS dapat memberikan pembelajaran yang bermanfaat, baik bagi koperasi maupun bagi lembaga-lembaga lain yang memiliki perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Qardhul Hasan.”»
Dari Modal, Menjadi Manfaat
Koperasi Tjokroaminoto Depok memandang bahwa keberhasilan pemberdayaan ekonomi tidak hanya diukur dari jumlah dana yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan yang terjadi dalam kehidupan penerima manfaat.
Ketika modal mampu menghidupkan kembali usaha, usaha mampu membantu ekonomi keluarga, dan keluarga kemudian mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, maka di situlah semangat pemberdayaan menemukan maknanya.
Keterlibatan Koperasi Tjokroaminoto Depok dalam riset BRIN, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Kementerian Agama menjadi bagian dari perjalanan untuk terus memperbaiki, mengembangkan, dan memperkuat model pemberdayaan ekonomi umat.
Dari Qardhul Hasan, kita tidak hanya berbicara tentang pembiayaan.
Kita berbicara tentang kesempatan untuk tumbuh, bertahan, berdaya, dan memberi manfaat.
Koperasi Tjokroaminoto Depok
Bersama Membangun Kemandirian Ekonomi Umat.
